My Story

Pengabdian Masyarakat di Jepang

Assalaamu’alaikum.

Hi everyone!

Sesi sharing.

Beberapa hari yang lalu aku ke Jepang. Tapi bukan untuk trip, jalan-jalan, liburan, atau exchange. Ku service dan learning dengan local people di sana. Indonesians student call it KKN. SUIJI nama programnya (Six University Initiative Japan-Indonesia).

Program kami diadakan oleh Six University Initiative Japan-Indonesia Consortium, yaitu kerja sama antara 6 universitas di Indonesia (IPB, UGM, Unhas) dan Jepang (Ehime Univ., Kagawa Univ., dan Kochi Univ.)

Ngapain sih di sana?

Sesuai dengan programnya, Service-Learning Program, kita belajar serta melayani masyarakat sana. Kita bisa memilih Site atau tempat dimana kita tinggal dan mengabdi.

Sebelum ke site kami mengurus administrasi dan pembekalan apa saja yang akan kita lakukan, gambaran besar site tersebut seperti apa, dan permasalahan mereka apa, kemudian kami mempresentasikannya di masing-masing universitas.

Setelah itu langsung ke site masing-masing. Kebetulan saya memilih site Akehama, Ehime. Mungkin bagian di site saya tulis satu artikel sendiri karena sangat ekslusif dan teralu banyak cerita indah di sana.

Nah kami diberikan sejumlah uang yang dipegang oleh advanced student (peserta yang sudah pernah SUIJI sebelumnya) untuk keperluan belanja bahan masakan, peralatan rumah tangga, uang makan, dan seluruh kebutuhan lainnya. Jumlahnya lumayan banyak, untuk 13 orang 10 hari yaitu sekitar ¥201.500.

Ya, kami tinggal bersama dengan mahasiswa Jepang, dua rumah. Satu untuk wanita, satu untuk pria.

Ya rumahnya milik warga yang sedang tidak ditempati. Sangat berbudaya Jepang, tempat tidur ala Doraemon, pintu geser dengan lapisan kertas, tikar dari jerami dan lain sebagainya.

Seleksinya apa aja?

Nah berbeda-beda. Kalau di IPB sendiri seleksinya cukup ketat dengan kewajiban ikut BCL, IGTF, SUIJI Indonesia dan baru bisa seleksi SUIJI Jepang. Persyaratan administrasi biasa seperti transkrip nilai, TOEFL/IELTS/TOEIC, dan form.

Untuk transkrip nilai sendiri dikonversi dahulu dalam standar Jepang.

Bayarnya berapa?

Living cost gratis dari JASSO senilai ¥80.000. Tetapi ada juga yang jalur non-JASSO living cost-nya berbeda-beda setiap site, sekitar ¥55.000 – ¥70.000. Apabila ada uang sisa, dikembalikan lagi ke kita.

Sedangkan untuk tiket pesawat, IPB bisa mengajukan dana ke International Collaboration Office dengan mengikuti sistem yang berlaku (proposal dan LPJ). Akan tetapi dengar-dengar Unhas dan UGM tiket pesawat ditanggung sendiri 😢

Dan untuk local transportation, uang jajan, paspor dan visa ditanggung sendiri ya teman-teman!

Nah itu dia sekilas mengenai SUIJI Japan, semoga bermanfaat.

Arigatou gozaimashita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *