Article,  My Story,  Opinion,  Tips

This One Makes Me Happy

Tengoklah kanan kiri, tidakkah kamu saksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapat cobaan, betapa banyaknya orang yang tertimpa bencana?

Telusurilah di setiap rumah pasti ada yang merintih, setiap pipi pasti pernah basah.

Coba kamu bandingkan penderitaan yang kau alami dengan penderitaan orang-orang di sekitarmu dan orang-orang sebelummu.

Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang bertahun-tahun hanya mampu membolak-balikkan badannya, lalu merintih dan menjerit kesakitan?

Berapa banyak orang yang memiliki kekurangan bahkan tanpa pernah melihat cahaya matahari sedikitpun, warna-warni kehidupan, apalagi rupa?

Atau bahkan mereka yang tidak memiliki orang tua, sanak saudara sekalipun?

Betapa banyak orang di dunia yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus “setiap saat” menahan himpitan dalam dirinya sendiri?

.

Rasulullah pernah dilempari kotoran unta, kakinya dicederai, wajahnya dilukai. Diusir dari Makkah, dipukul gerahamnya hingga retak, dicemarkan kehormatan istrinya, sahabatnya terbunuh, seorang putra dan sebagian putrinya meninggal dunia.

Bahkan ketika terlalu lapar beliau pernah mengikatkan batu di perutnya. Dituduh sebagai penyair, dukun, sampai orang gila dan pendusta.

Dan seluruhnya merupakan cobaan yang harus beliau hadapi, penyucian jiwa yang tiada tara dan tandingannya.

Nabi Zakaria dibunuh kaumnya, Nabi Yahya dijagal, Nabi Musa diusir, dan Nabi Ibrahim dibakar.

Pun Khalifah kita, Umar radhiallahu ‘anh dilumuri dengan darahnya sendiri, Utsman radhiallahu ‘anh dibunuh diam-diam, Ali radhiallahu ‘Anh ditikam dari belakang. Dan banyak lagi pemimpin kita yang harus menerima cambukan, dijebloskan penjara, atau diusir dari negaranya.

Lihatlah!

Bahkan penderitaanmu hanyalah duri-duri kecil yang tiada artinya.

Setelah haus ada kepuasan, setelah sakit ada kesembuhan, setiap yang hilang akan bertemu, dalam kegelapan akan terbit terang benderang, setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang dilanda kesusahan, bahwa pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata!

Kabarkan juga kepada orang yang tertindas, bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba!

Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam karena pertolongan Ilahi membuka ‘jendela’ seraya berkata: Hai api! Menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim (Q.S. al-Anbiya’ : 69).

Lautan luas tak kuasa menengelamkan Kalimur Rahman Musa ‘alaihissalam tak lain karena suara Agung kala itu telah bertitah, Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku (Q.S. Asy-Syu’ara : 62).

Kamu ternyata hanya terpaku pada waktu yang terbatas dan kondisi yang kelam. Hanya merasakan kesusahan, kesengsaraan, keputus asaan dalam hidup. Kamu hanya menatap dinding-dinding perangkap yang kau buat sendiri.

Padahal seharusnya kau harus melanjutkan pandangan sampai ke belakang tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal di luar perangkap itu, jauh ke luar. puji bagi Allah yang telah melenyapkan kesedihan dariku, seandainya tiada nyala api yang ada di sebelahku, tentulah bau harum kayu gaharu tidak akan tercium.

Janganlah lagi kamu merasa terhimpit sejengkal pun! Setiap keadaan pasti berubah. Hari demi hari terus bergulir. Tahun demi tahun terus berganti.

Sebaik-baiknya saat ini ialah menanti kemudahan dengan sabar.

Yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya.

Allah mungkin hendak Menunjukkannya setelah ini semua, asal kamu percaya.

Dan memang, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan. Kesulitan apapun. Bahkan yang kamu kira itu karena kekacauan yang kau buat sendiri.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu.)” (Asy-Syura, 30)

Maka,

Setiap bagian dari kehidupanmu pasti akan ditemui sisi gelap. Tiada lain bagimu untuk menanggulanginya, kecuali dengan menyalakan pelita dalam dirimu sendiri.

“Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah untuk bahagia.”

Keluarlah dari perangkap, lihatlah lingkungan sekitar, lalu senyum, dan syukur.

Sesungguhnya jalan kebahagiaan berada di depanmu. Carilah ia melalui ilmu, amal saleh, dan akhlak yang utama. Jadilah engkau seseorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan niscaya engkau akan memperoleh kebahagiaan.

Self reminder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *