2 Minutes Read,  My Story

When You’re Hopeless.

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Hi everyone! Aku Yossi. Yossinta Rahmandanti Dewi.

Lama banget ga nulis blog karena sedang sibuk kuliah, bikin buku, photoshoot dan juga beberapa bisnis.

Karena ga tau mau nulis apa, aku sekarang mau tulis pengalaman aku ketika ikut New Taipei City Model United Nations, 8-10 Agustus 2018 lalu, bersama partner, bodyguard, dan kakak aku, Ihsan.

Dan inilah ceritaku…

Detik demi detik berkumpul dan berulah.
Bulan-bulan sudah membelah cerah.
Dan ketika malam itu terlarut, aku hanya ingin berbenah. Pulang.
Asa ini tidak lagi memiliki harapan.

Kabar-kabar dana diberikan setelah acara malam.

Ditambah berbagai rintangan
Bahkan drama air mata dengan kawan yang tak berujung padam.

“Aku tidak bisa, Allah menutup jalan, itu artinya aku tidak diizinkan.”

“Teguhkan batinmu pada apa-apa yang meyakinkan, tinggalkan keraguan. Seperti masalahmu sangat besar, padahal ada Tuhan Yang Jauh Lebih Besar!

Selangkah lagi kamu mencapai impian, apakah menurutmu itu bukan jalan Tuhan? Kamu sudah mulai dengan sedemikian, Allah hanya ingin kamu sedikit berjuang,
berdamailah dengan isi hati.”
Pencoba penenang.

Sampai akhirnya pukul 1 malam dan penerbangan esok hari jam 19 malam.

Ku memutar pikiran. Bermodalkan keyakinan, ya, inilah impian, aku akan berjuang! Entah bagaimana caranya, segala keresahan kuserahkan pada Yang Maha Kaya.

Nah.

Sekilas itu ceritaku yang benar-benar tidak mau berangkat New Taipei City Model United Nation Conference karena banyak sekali pemecah pikiran. Seperti Tuhan tidak mengizinkan. Ada saja kendala, baik izin ortu, hotel, dosen, kampus, dll.

Padahal aku sudah persiapkan berbulan-bulan. Administrasi, keuangan, materi, semuanya. Tinggal terbang.

Sampai H-1 aku tetap tidak mau. Merasa ada yang buntu. Hingga akhirnya diyakinkan lagi, dan lagi.

Jangan dulu menghakimi maksud Tuhan. Gelarlah sajadah, bersujudlah.

Dan keyakinan yang dulu pun kembali.

Benarlah yang telah dikatakan,

“berdamailah dengan isi hati.”

Hari pertama terlambat masuk konferensinya, karena lama cari alamat hotel yang aku booking di airbnb – dengan bawa koper 13 kg naik kendaraan umum, dan jalan kaki.

Dan hari kedua, kaget luar biasa, yang memakai kerudung aku saja. Aku masuk delegasi Indonesia di United Nation Office of Drugs and Crime. Aku ga mau cerita banyak tentang MUN nya di sini, mungkin lain kali.

Cari makan sedikit sulit karena kami muslim. Untungnya banyak sekali yang membantu.

Yang kami lakukan selama 3 hari di sini, pagi sampai sore conference, pulang, malamnya jalan-jalan. MasyaaAllah masyaaAllah masyaaAllah. Aku suka bangettt street foodnyaaa… Makanan-makanan aneh aku cobain. Dari mulai crispy chicken di Shihlin Night Market, tofu, buah-buahan yang seger paraah, dan jujur aku lupa. Kalian yang suka kulineran recommended bangettt ke Taipei.

Nah pas tanggal 11 nya, aku ajak volunteer di MUN nya, namanya Christy, untuk nemenin kami jalan-jalan di hari terakhir, hari kelima. Seruuu parah, meskipun aku salah sepatu. Aku jalan-jalan seharian pake heels 7 cm, dan lecet. Ok.

Sekian, maaf banget aku ga banyak foto dan cerita, karena intinya, aku hanya ingin menyampaikan,

kadang kita harus benar-benar memastikan, yang mana hambatan yang diberikan oleh Tuhan dan mana saja yang perlu sedikit lagi perjuangan agar Tuhan mengizinkan.

Mana yang benar-benar dibutuhkan, atau hanya rangkaian keinginan.

Mana yang impian, mana yang gengsi godaan.

Sekian dari aku, wassalaamu’alaikum 😊 xie xie.

– New Taipei City, 10/08/18 | Yossinta –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *